Nama saya Siswanto namun saya dipanggil Pakde Chon . Ini adalah beranda saya: Saya tinggal di Madiun, dan bekerja sebagai Perawat di Puskesmas ACME Corp .
Tampilkan postingan dengan label Makanan tidak sehat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Makanan tidak sehat. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 31 Mei 2014

Bahaya bahan pengawet makanan natrium benzoat

Penelitian telah menunjukkan bahwa natrium benzoat dapat menyebabkan kerusakan pada DNA


Ada risiko serius bagi kesehatan masyarakat yang tersembunyi dalam minuman ringan berkarbonasi. Menurut survei di Inggris, makanan dan minuman yang mengandung pengawet kemungkinan dapat menyebabkan kerusakan DNA secara signifikan, yang berkaitan erat dengan proses penuaan dan penyakit degeneratif pada sistem saraf.





Penelitian oleh universitas di Inggris, yang diterbitkan dalam surat kabar "Independent on Sunday", menunjukkan bahwa pengawet yang digunakan dalam minuman ringan seperti Fanta dan Repsi Max memiliki kemampuan untuk membuat DNA manusia bermutasi.

Seperti minuman beralkohol, pengawet dalam minuman berkarbonasi berkaitan dengan penuaan dan dapat menyebabkan sirosis hati dan juga penyakit degeneratif seperti Parkinson.

Temuan ini mungkin akan memberi pengaruh besar pada jutaan orang yang terbiasa mengkonsumsi minuman berkarbonasi. Dan juga akan menimbulkan permasalahan baru dalam hal pengawet makanan, yang berkaitan erat dengan kondisi hiperaktif pada anak-anak.

Kekhawatiran terbesar saat ini adalah tentang keamanan pengawet E211, atau yang dikenal dengan "natrium benzoat", yang telah digunakan selama puluhan tahun oleh industri makanan global, dan yang telah memberi keuntungan sebanyak ratusan miliar dollar per tahun.

Sodium benzoate berasal dari asam benzoat yang terkandung khususnya dalam buah berry, tapi kemudian digunakan dalam dosis besar untuk mencegah tumbuhnya jamur dalam minuman ringan seperti Sprite, Oasis dan Fanta dan berbagai minuman berkarbonasi lainnya

bahaya-bahan-pengawet-makanan-natrium-benzoat
Bahkan asam benzoat sekarang juga ditambahkan ke dalam saus dan berbagai makanan dan minuman lainnya. Sodium benzoate saat ini tengah menjadi fokus perbincangan karena kemungkinannya yang mampu menginduksi kanker bila dicampur dengan vitamin C dalam minuman ringan yang dapat menyebabkan hadirnya benzena, zat yang bersifat karsinogenik.

Sebuah survei yang dilakukan tahun lalu oleh Badan Pengendali Makanan Inggris menemukan kadar benzena yang tinggi hingga tiga kali lipat dari tingkat normal dalam 4 jenis keripik dan minuman ringan yang kemudian ditarik dari pasaran.

Saat ini, seorang ahli dalam bidang aging / proses penuaan di Sheffield University, yang telah meneliti efek sodium benzoate sejak tahun 1999, ia menerbitkan sebuah hasil investigasi, dan memutuskan untuk berbicara secara terbuka tentang bahaya lain dari asam benzoat.

Seorang Profesor dalam bidang Biologi Molekuler dan Bioteknologi Peter Piper melakukan penelitian di laboratoriumnya tentang efek dari sodium benzoate pada sel-sel ragi hidup. Apa yang ia temukan sangat mengejutkan: Natrium benzoat dapat menghancurkan area penting dari DNA dalam pusat tenaga sel, yang dikenal sebagai mitokondria.

Kerusakan Mitokondria oleh "Bahan kimia ini", kata Piper dalam sebuah surat kabar di Inggris, "memiliki kemampuan untuk menyebabkan kerusakan parah pada mitokondria dan membuatnya benar-benar tidak aktif lagi: Sodium benzoate menghancurkan mitokondria secara keseluruhan. Padahal mitokondria mengkonsumsi oksigen untuk memberi energi pada tubuh kita.

Jika mitokondria rusak, seperti yang terjadi pada berbagai penyakit, maka sel-sel tubuh akan mengalami kegagalan fungsi secara signifikan. Beberapa jenis penyakit yang berhubungan dengan kerusakan DNA adalah seperti Parkinson dan berbagai penyakit neurodegenerative atau penyakit syaraf akibat proses penuaan lainnya".

Setelah adanya temuan ini, beberapa anggota parlemen di Inggris telah diminta untuk segera mempertimbangkan kembali penggunaan natrium benzoat yang selama ini telah disetujui oleh Uni Eropa.

Penelitian yang dilakukan oleh Organisasi Kesehatan Dunia / WHO pada tahun 2000 menyimpulkan bahwa sodium benzoate aman untuk dikonsumsi, tapi ada catatan bahwa  kesimpulan ini bersifat "terbatas" atau tidak sepenuhnya "aman".

Pernyataan Profesor Piper yang penelitiannya didanai oleh komite tes pemerintah, telah membuat Industri makanan AS kelabakan. " Selama ini industri makanan di Amerika mengatakan bahwa komponen ini telah diuji dan benar-benar aman".

Bagaimanapun juga, sebagai orang tua sebaiknya kita lebih berhati-hati dalam membeli minuman dengan bahan pengawet sampai terbukti bahwa bahan pengawet tersebut benar-benar aman.

Bahan kimia dalam makanan kita dan pengaruh buruk yang ditimbulkan pada kesehatan
● E102: Tartrazine: zat pewarna. Dapat menyebabkan serangan asma dan terkait dengan kasus nodul tiroid.
● E104: Yellow quinoline / Quinoline Kuning: zat pewarna. Digunakan dalam industri obat-obatan, tetapi dapat menyebabkan dermatitis. Sudah dilarang di Amerika Serikat dan Norwegia.
● E110: Yellow FCR: zat pewarna. Dapat menyebabkan gangguan alergi, mual dan kerusakan pada ginjal.
● E122: Karmoizini: zat pewarna. Berasal dari tar. Dapat menyebabkan reaksi buruk pada penderita asma dan orang-orang yang alergi terhadap aspirin.
● E 407: Carrageenan: Agen penebalan. Berasal dari rumput laut dan baru-baru ini dikaitkan dengan kanker.







Sabtu, 28 Desember 2013

Bahaya pengawet makanan buatan

bahaya-pengawet-dalam-makanan.jpg
Banyak jenis bahan pengawet yang digunakan dalam produk makanan dan minuman, yang tanpa kita sadari membahayakan kesehatan kita. Walaupun masih dalam perdebatan, namun akan lebih baik juka kita menghindarinya. Atau berusaha mengkonsumsinya sesedikit mungkin.

Beberapa pengawet makanan yang masih sering digunakan saat ini adalah seperti berikut di bawah ini, yang beberapa diantaranya sudah di larang di beberapa negara.

1. Minyak sayur terkarbonasi
Pengawet ini biasa ada dalam soda rasa jeruk, minuman olah raga dll. Hal ini bertujuan untuk men stabilisasi minyak sitrus agar tidak mengambang dan membuat minuman tampak berbusa.
Dibuat dari kedelai dan jagung. Di dalam tubuh Minyak sayur terkarbonasi dapat menyebabkan gangguan pada sistem reproduksi, sistem syaraf dan kulit. Dan memicu sakit kepala, rasa lelah, penurunan memory dan hilangnya koordinasi otot. Pengawet jenis ini sudah dilarang di Jepang, Amerika dan Eropa.

2. Sodium Nitrat




Bubuk garam mineral ini biasa digunakan untuk mengawetkan daging olahan seperti sosis, ikan asapan dan kornet. Jika diolah dalam suhu tinggi, daging yang di awetkan dengan menggunakan Sodium Nitrat bisa bersifat karsinogenik.Tentang hubungannya dengan leukemia, kanker kolon, pankreas dan kanding keming, hal ini masih dalam kontroversi. Bisa memicu migrain dan menghambat pasokan oksigen ke janin jika dikonsumsi oleh ibu hamil.

3. BHA dan BHT (Butylated hydroxyanisole dan Butylated hydroxytoluene)
Biasa digunakan dalam permen karet, serel, daging, keripik kentang, mentega dan camilan. FDA masih menilai aman dalam batas tertentu. Namun, dari berbagai hasil study yang saat ini masih dalam perdebatan, dinyatakan bahwa zat ini dapat memicu hyperaktifitas pada anak dan bersifat karsinogenik.

4. Propyl gallate
Biasa digunakan dalam Meyones, susu kering, daging kering, saus segar, permen karet,  minyak sayur, kaldu ayam, dan minuman olah raga.
Pada study yang dilakukan  di National Toxicology Program di AS, bubuk putih yang tak berbau ini dapat menimbulkanpenurunan berat badan secara drastis, tumor dan lymphoma ganas. Bagi mereka yang menderita alergi terhadap Aspirin, menderita asma, gangguan pada ginjal atau hati, disarankan untuk menghindarinya.

5. Asam Benzoat, Sodium Benzoat
Pengawet benzoat terdapat dalam minuman bersoda, jus buah, kuah salad, acar, dll. Bagi mereka yang mempunyai riwayat alergi, zat ini dapat memicu asma dan bentol-bentol pada kulit, serta dapat meningkatkan tingkat hyperaktifitas pada anak. Juga diduga dapat bersifat karsinogenik  jika dikombinasi dengan vitamin C karena dapat menciptakan Benzene.

6. Sulfit
dalam buah kering, wine, lada dan zaitum kaleng, tepung jagung, udang , lobster dll, untuk mengha,bat pertumbuhan mokriba dan mencegah perubahan warna pada makanan. Menurut FDA, zat inin dapat memicu alergi , asma, sesak nafas, sakit kepala dan syok.






Sabtu, 17 November 2012

Pengaruh MSG pada hati dan dan otak

MSG juga dapat menyebabkan  peradangan hati dan displasia


( Sambungan dari Bahaya MSG bagi kesehatan otak)

pengaruh-MSG-pada-hati-dan-dan-otak
Peradangan kronis adalah tema umum dalam berbagai ilmu tentang  penyakit, termasuk penyakit autoimun. Ini menjadi  keprihatinan karena prevalensinya cenderung meningkat di dunia  dan berhubungan langsung dengan faktor gaya hidup, khususnya diet. Diet dapat menyebabkan kerusakan hati dapat menyebabkan kanker hati. 

Dalam sebuah studi yang dilaporkan dalam edisi Februari-Maret, 2008 oleh  Journal of Autoimunity, peneliti melaporkan bahwa tikus yang suntik MSG mengalami peradangan hati yang signifikan, selain mengalami obesitas dan diabetes tipe 2. Untuk mengatasi akibat jangka panjang dari MSG dalam hubunganya dengan peradangan, mereka melakukan analisis bersambung  tentang  tikus yang diberi suntikan MSG dan berfokus khususnya pada patologi hati.

Mereka menemukan bahwa pada usia 6 dan 12 bulan, semua tikus yang diberi MSG mengalami peradangan hati dan perubahan struktural pada hati. Dan dalam beberapa kasus, mereka menemukan adanya lesi dalam hati tikus tersebut.  Mereka menyimpulkan bahwa butuh perhatian besar  mengingat penggunaan MSG yang sudah luas dan menyarankan agar keamanan MSG diperiksa kembali dan bila perlu ditarik dari peredaran.

Produsen makanan menyembunyikan MSG dalam produk mereka





Ketika banyak orang yang  sadar akan bahaya MSG bagi kesehatan, makan banyak dari mereka yang tidak ingin lagi membeli produk yang mengandung MSG. Dan para produsen makanan olahan tahu bahwa orang tidak mau mengkonsumsi MSG, tetapi mereka tetap tidak bersedia untuk menghilangkan MSG dari produk mereka karena hal ini akan menyebabkan masyarakat  tidak akan mau membeli produk mereka  kecuali mereka meningkatkan kualitas. Hal ini yang akan menaikkan biaya produksi. Jadi mereka mencari cara lain yaitu dengan menyembunyikan MSG dalam produk mereka.

Kata “MSG” memang jarang terlihat tercantum pada label makanan, tetapi kemungkinan besar tetap terkandung dalam makanan tersebut dalam bentuk terselubung.

MSG adalah penambah rasa yang paling banyak digunakan di seluruh dunia


Adalah sangat sulit untuk menemukan jenis  makanan kaleng atau kemasan yang tidak mengandung “MSG yang tersembunyi”. MSG terkandung  dalam Makanan kalengan dan kotak, makanan beku, makanan cepat saji, junk food, makanan ringan, makanan Cina, saus,makanan rebusan, kacang dalam kemasan, saus salad, bumbu campuran, kaldu, dan produk pasta yang siap pakai.  Sebagian besar makanan di restoran mengandung MSG dalam jumlah yang cukup banyak. Inilah yang membuat makan di restoran begitu memikat.  Hampir dan bahkan semua makanan siap santap menggunakan MSG dalam makanan mereka. Bahkan makanan olahan berkualitas  tinggi juga menggunakannnya.

Anda tidak bisa melarikan diri dari MSG di warung makan atau toko yang mengaku menjual makanan sehat. Hampir semua makanan mengandung MSG yang tersembunyi dengan nama lain.

Sebagian besar makanan olahan untuk anak-anak juga mengandung tingkat tinggi MSG. Makan makanan yang mengandung MSG dapat meningkatkan tingkat Eksitoksin dalam darah  sampai pada  tingkat yang terbukti dapat merusak sel-sel otak. Otak anak empat kali lebih sensitif terhadap kerusakan yang disebabkan oleh eksitotoksin daripada otak orang dewasa.

Konsumsi MSG dalam jangka panjang  pada  anak-anak mungkin menjadi salah satu sebab jatuhnya nilai ujian, serta masalah perhatian dan masalah hiperaktivitas terjadi pada anak-anak di rumah dan di sekolah.

Cara terbaik untuk menghindari MSG adalah dengan membeli makanan dan mempersiapkan sendiri  di rumah. Hal terbaik berikutnya adalah menjadi seorang ahli dalam membaca label makanan, dan mengetahui berbagai penyamaran dari MSG. Ada beberapa bahan  siap pakai di toko kelontong tradisional yang tidak mengandung MSG. Dan juga di toko makanan kesehatan.

Bila Anda telah berhasil menghindari MSG untuk jangka waktu tertentu dan menyesuaikan diri, Anda akan terkejut ketika Anda pergi ke sebuah restoran dengan  rasa makanan yang sarat dengan MSG. Anda akan langsung tahu karena rasanya yang  begitu kuat, yang membuat Anda ingin terus makan dan makan.

Artikel terkait : 




Minggu, 04 November 2012

Studi terbaru tentang Aspartame

Studi terbaru menunjukkan bahwa Aspartame dapat merusak otak anda


 


Sebuah studi terbaru yang menggunakan tikus percobaan, berusaha untuk  meneliti tentang efek konsumsi jangka panjang dari aspartam dalam kaitannya dengan stres oksidatif di otak. Para peneliti menemukan bahwa ada peningkatan yang signifikan dari dalam kadar peroksidasi lipid, aktivitas superoksida dismutase, tingkat GPX dan aktivitas CAT, yang  menunjukkan bahwa konsumsi aspartam dalam waktu lamam akan menghasilkan metanol yang bida dideteksi dalam darah, yang mungkin bertanggung jawab untuk memicu stres oksidatif dan kerusakan di dalam otak.

Apakah ini berarti bahwa pemanis buatan menekan otak Anda?


Stres oksidatif dapat didefinisikan sebagai keadaan di mana radikal bebas yang bersifat merusak mempunyai kekuatan yang melebihi pertahanan dari antioksidan. Stres oksidatif cenderung mengarah ke percepatan regenerasi jaringan dan kerusakan organ.

Contoh kasus, awal tahun ini sebuah studi lain menyelidiki pengaruh jangka panjang dari asupan aspartam tentang status pertahanan antioksidan dalam otak tikus, dan study ini juga menemukan bahwa hasilnya mengarah pada adanya stres oksidatif. Tikus jantan yang diberi pemanis buatan dalam dosis tinggi memperlihatkan penurunan konsentrasi glutathione bentuk aktif dari antioksidan glutathione), dan mengurangi aktivitas reduktase dari glutathione, suatu tanda bahwa adanya peningkatan kerusakan oksidatif akibat stres dalam tubuh.

Metanol secara bertahap dilepaskan dalam usus kecil ketika kelompok metil dari aspartam bertemu dengan enzim chymotrypsin.

Kekurangan Glutathione juga telah berhubungan dengan penyakit karena usia seperti Alzheimer. Pemeriksaan tersebut juga mengungkap adanya sumbatan vaskular ringan dalam pembuluh normal darah dalam otak - dalam tikus. Peneliti menyimpulkan:

"Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsumsi jangka panjang dari aspartam menyebabkan ketidakseimbangan kondisi antioksidan / pro-oksidan dalam otak, terutama melalui mekanisme yang melibatkan sistem glutathione-dependent."

Tambahan untuk masalah ini, salah satu jenis asam amino dalam aspartam, asam aspartat mampu melintasi penghalang darah-otak Anda (blood-brain barrier). Ini akan menyerang sel-sel otak Anda, menciptakan bentuk overstimulation dalam sel yang disebut excitotoxicity, yang dapat menyebabkan kematian sel.

Blood-brain barrier Anda, yang biasanya melindungi otak Anda dari aspartat yang berlebih, dan juag serta racun, tidak cukup mampu untuk melindungi Anda terhadap efek dari konsumsi aspartam.

Kelebihan Aspartat akan secara perlahan mulai merusak neuron, dan sebagian besar (75 persen atau lebih) sel-sel saraf tertentu di otak akan mati sebelum munculnya gejala klinis yang memberitahu kita bahwa itu adalah suatu penyakit kronis. Beberapa contoh penyakit kronis yang diperburuk oleh paparan aspartam dalam jangka panjang meliputi:

Multiple sclerosis (MS)
ALS
Kehilangan memori
Masalah hormonal
Gangguan pendengaran
Epilepsi
Penyakit Alzheimer dan demensia
Penyakit Parkinson
Hipoglikemia
AIDS
Lesi (borok) di otak
Gangguan neuroendokrin

<1> <2>







Bahaya Pemanis Buatan Aspartam

Aspartame: Merusak otak namun keamanannya disetujui oleh 90 negara


Apakah anda atau teman anda pernah menerima SMS seperti ini:

"Saat ini sedang ada wabah pengerasan otak atau sumsum tulang belakang. Jangan minum produk: extra joss, M-150, kopi susu gelas, Kiranti, Krating Daeng, Hemaviton, Neo Hormoviton, Marimas, Hore, Frutillo, Segar Sari, Pop Ice, Segar Dingin Vit C, Okky Jelly Drink, Inaco, Gatorade, Nabati, Adem Sari, Naturade Gold, Aqua Splash. Karena mengandung Aspartame racun yang menyebabkan diabetes, kanker, dan bisa mematikan. Tolong teruskan informasi ini kepada orang-orang yang Anda cintai. Tertanda dr H Ismuhadi MPH'

 


Kenyataannya adalah bahwa aspartam, pemanis buatan yang terdapat dalam produk-produk tersebut tidak sepenuhnya aman bagi manusia, walaupun pemerintah / BPPOM dan IDI / Ikatan Dokter Indonesia hanya diam walaupun mereka tahu hal tersebut.

Lebih dari 90 negara telah mengijinkan penggunaan pemanis buatan aspartam untuk berbagai produk makanan dan minuman.

Karena dua ratus kali lebih manis daripada gula, ini membuat produsen makanan memproduksi makanan yang manis dan memasarkannya sebagai "makanan rendah kalori," "makanan diet," atau makanan gula-bebas, " untuk menarik jutaan konsumen yang ingin mengurangi gula dari makanan mereka.

Tidak ada keraguan tentang hal itu, bahwasanya semakin sedikit gula dalam makanan Anda, maka akan semakin baik  bagi kesehatan anda. Tapi mengganti gula dengan aspartam bukanlah solusi yang bijak, dan bahkan cenderung memperburuk kesehatan Anda.

Meskipun Badan Pengawasan dan Pengendalian Obat dan Makanan dan badan kesehatan umum lainnya menyatakan bahwa aspartam aman untuk dikonsumsi, tapi banyak penelitian mengatakan sebaliknya .

Aspartam terbuat dari apa?

Hampir semua materi pemasaran menyatakan fakta bahwa aspartam adalah alami dan terbuat dari dua jenis asam amino, bahan penyusun protein. Tapi, sebenarnya ini adalah semacam penipuan, hanya sebagian saja yang benar. Ada dua asam amino yang membentuk 90% dari aspartam, asam aspartat dan fenilalanin, mereka diproses bersama dalam ikatan ester metil yang terdiri atas 10% molekul.

Metanol yang dilepaskan dari aspartam beberapa jam setelah konsumsi setelah hidrolisis dari metil grup dari dipeptida oleh chymotrypsin di usus kecil.
Setelah ikatan ester metil ini rusak, ia membebaskan metil alkohol bebas atau metanol, yang biasa disebut alkohol kayu. Masalahnya adalah metanol akan melewati blood-brain barrier  Anda dan diubah menjadi formaldehyde, yang dapat menyebabkan kerusakan. Seperti Anda ketahui bahwa formaldehida adalah cairan untuk membalsem mayat.

Menariknya, metanol hanya beracun pada manusia. Semua hewan mampu mendetoksifikasi sebelum hal itu menyebabkan kerusakan.

Metanol adalah racun yang menghancurkan jaringan myelin dalam tubuh Anda, yang merupakan bahan dapat mengisolasi saraf Anda, dan membuat sinyal saraf tidak dapat berjalan dengan semestinya. Setelah syaraf terluka, seseorang akan menunjukkan gejala yang disebut gejala demielinasi, yang biasanya terlihat pada penyakit seperti MS (Multiple sclerosis) dan juga migrain yang aneh dan gangguan tidak konsisten dalam bidang visual / penglihatan.

Mengapa Methanol Beracun?

Metanol terurai menjadi asam format dan formaldehida dalam tubuh Anda. Banyak ahli percaya bahwa asam formiat adalah masalah, tapi masalah sebenarnya adalah formaldehida, yang merupakan neurotoxin mematikan dan juga zat karsinogen. Sebuah penilaian EPA tentang metanol menyatakan bahwa metanol "dianggap sebagai racun kumulatif karena rendahnya tingkat ekskresi setelah diserap oleh tubuh, metanol dioksidasi menjadi formaldehid dan asam format. Dan keduanya adalah zat metabolit yang beracun."

Mereka merekomendasikan batas konsumsi aspartam sebanyak 7,8 mg / hari. Tetapi menurut Woodrow Monte, Ph.D, RD, direktur Ilmu Pangan dan Laboratorium Nutrisi di Arizona State University:

"Ketika diet soda dan minuman ringan, dipermanis dengan aspartam, dan digunakan untuk mengganti kehilangan cairan selama olahraga dan aktivitas fisik di iklim panas, asupan metanol bisa lebih besar dari 250 mg / hari atau 32 kali batas keamanan yang dianjurkan dan ini adalah racun kumulatif. "

Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa karena kurangnya beberapa enzim kunci, manusia seringkali lebih sensitif terhadap efek toksik dari metanol daripada hewan. Oleh karena itu, tes aspartam atau metanol pada hewan tidak akurat untuk mencerminkan bahayanya bagi manusia.

"Belum ada penelitian pada manusia atau mamalia untuk mengevaluasi kemungkinan terjadinya mutagenik, teratogenik, atau karsinogenik dari pemberian metil alkohol dalam jangka panjang," katanya.

Gejala dari keracunan metanol bermacam-macam, mulai dari sakit kepala, telinga berdengung, pusing, mual, gangguan pencernaan, kelemahan, vertigo, menggigil, gangguan memori, mati rasa dan sakit pada ekstremitas, gangguan perilaku, dan neuritis.

Yang paling menonjol dari keracunan metanol adalah gangguan penglihatan termasuk penglihatan yang berkabut, penyusutan progresif di bidang visual, penglihatan kabur, kerusakan retina, dan kebutaan. Formaldehida merupakan karsinogen yang terkenal sebagai penyebab kerusakan retina, mengganggu replikasi DNA dan dapat menyebabkan cacat lahir. Para peneliti dalam studi unggulan kemudian beralasan bahwa paparan metanol dalam aspartam sangat mungkin menyebabkan stres oksidatif di otak.

<1> <2>






Jumat, 02 November 2012

Bahaya MSG bagi kesehatan otak

Monosodium glutamat atau MSG adalah penambah rasa yang umum digunakan dalam makanan. Lihatlah bagaimana pemerintah kami telah memutar fakta tentang bahan kimia berbahaya dan tidak alami memutuskan untuk diri sendiri jika Anda harus makan hal-hal jahat ini.

 


Penelitian telah menunjukkan bahwa MSG, yang banyak ditemukan dalam makanan olahan, dapat menyebabkan kenaikan berat badan dan obesitas pada hewan percobaan, dengan cara merusak pusat regulasi nafsu makan di daerah otak yang dikenal sebagai hipotalamus, menyebabkan resistensi terhadap leptin. Leptin adalah hormon yang mengontrol nafsu makan seseorang. Rasa kenyang dan kepuasan yang datang dari setelah makan benar-benar hilang ketika seseorang mengkonsumsi MSG,  sehingga dorongan untuk terus makan yang tidak pernah berhenti.

Sebuah studi cross-sectional di China baru-baru ini mendukung kesimpulan bahwa apa yang terlihat dalam hewan percobaan juga berlaku untuk manusia.

Sebuah studi menemukan bahwa penggunaan MSG dapat menyebabkan kenaikan berat badan. Penelitian tentang Obesitas ini, meneliti hubungan antara asupan MSG dan kenaikan berat badan pada manusia. Penelitian dilakukan secara cross-sectional yang melibatkan 752 orang sehat yang berusia 40-59 tahun di Cina.
Penelitian ini mengambil sampel secara acak dari orang-orang di tiga desa di pedesaan Cina utara dan selatan. Empat puluh delapan persen dari mereka adalah perempuan. Kebanyakan peserta biasa menyiapkan makanan di rumah, tanpa menggunakan bumbu makanan komersial. Pada penelitian ini, para peserta diminta untuk menambahkan MSG ketika mereka menyiapkan makanan. Delapan puluh dua persen dari peserta adalah pengguna MSG. Mereka mengkonsumsi MSG rata-rata 330 miligram per hari.

Para peneliti menemukan bahwa konsumsi MSG berhubungan erat dengan peningkatan indeks massa tubuh. Penambahan berat badan yang signifikan terjadi pada pengguna MSG dibandingkan dengan mereka yang tidak menggunakan MSG. Untuk peserta ketiga, yang menggunakan dari MSG paling tinggi, kemungkinan untuk mengalami status "kelebihan berat badan" adalah antara 2,10 dan 2,75 lebih besar daripada untuk non pengguna.

MSG adalah Eksitoksin yang menyebabkan kerusakan otak
MSG adalah aditif makanan yang ditemukan di hampir semua makanan komersial siap saji dan makanan atau minuman kemasan. MSG adalah penambah rasa makanan yang super, tapi tidak untuk otak anda. MSG beroperasi pada otak, menipu anda untuk berpikir bahwa rasa makanan ini benar-benar nikmat.

MSG merupakan Eksitoksin di otak, yang berarti bahwa MSG merangsang otak menyebabkan secara berlebihan sehingga produksi dopamin dalam otak juga berlebih. Hal ini menciptakan  sensasi kenikmatan yang singkat. Hal ini sangat adiktif, yang menyebabkan konsumen ingin datang lagi dan akhirnya makan berlebihan. Dalam proses ini terus berlangsung, maka sel-sel otak akhirnya menjadi rusak.

Karena MSG merusak otak dan mengganggu kemampuan otak untuk merespon sinyal dari hormon leptin (hormon leptin memberi sinyal ketika seseorang telah kenyang), maka kesimpulannya adalah bahwa MSG adalah penyebab utama dari wabah kegemukan yang membuat orang menggaruk kepala, karena  lelah untuk mencari penyebab kegemukan. Pada kenyataannya, ketika para peneliti ingin menggemukkan tikus laboratorium untuk percobaan, mereka memberi mereka makan MSG karena efeknya sangat dapat diprediksi dan tikus akan massal dengan keteraturan. MSG menghancurkan jaringan kabel keras dalam otak tikus seperti yang dilakukannya dalam otak seseorang.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi MSG dapat menyebabkan obesitas pada tikus. Bahkan, ketika para peneliti ingin menggemukkan tikus untuk percobaan, mereka memberi MSG karena efeknya sangat bisa diprediksi. MSG menghancurkan jaringan dalam otak tikus dan hal ini juga terjadi pada otak seseorang.

Perusahaan yang menjual makanan olahan sangat menyukai MSG karena mendapatkan keuntungan yang besar dari dari bahan-bahan yang murah. Keberhasilan mereka dalam menciptakan penguat rasa yang sangat adiktif adalah karena  kemampuan mereka untuk merangsang otak dan membuat respon kecanduan terhadap produk ini.  Daripada menciptakan produk berkualitas yang rasanya enak tapi aman dan alami yang cenderung lebih mahal dalam biaya produksi, produsen makanan olahan lebih suka membuat produk makanan dengan kualitas keamanan yang rendah dengan menggunakan MSG yang relatif murah, tanpa memperhatikan dampak negatif yang akan terjadi pada orang-orang  yang mengkonsumsi produk mereka.

Salah satu sahabat baik perusahaan-perusahaan di Amerika, yaitu FDA, selama bertahun-tahun mengatakan bahwa MSG aman untuk dikonsumsi, dan telah membiarkan penggunaannya sebagai bahan penambah rasa di banyak digunakan untuk produk makanan olahan dan bermerek. Ketika obesitas telah menjadi wabah didalam masyarakat Amerika, FDA sengaja mengabaikan berbagai penelitian yang menunjukkan bahwa obesitas adalah efek dari penggunaan MSG.

Artikel berikutnya tentang bahaya MSG bagi kesehatan