Nama saya Siswanto namun saya dipanggil Pakde Chon . Ini adalah beranda saya: Saya tinggal di Madiun, dan bekerja sebagai Perawat di Puskesmas ACME Corp .
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan mental. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan mental. Tampilkan semua postingan

Minggu, 24 Juni 2012

Tentang Depresi

Depresi
Depresi adalah masalah yang sangat serius, yang dapat terjadi pada semua orang dari semua golongan. Tidak peduli berapa usia Anda, apa jenis kelamin Anda, atau bahkan apa ras atau kelas sosial anda, anda dapat terkena depresi.

Depresi seringkali dapat membuat seseorang merasa sedih, tak berdaya, putus asa, dan mudah marah. Perasaan seperti ini adalah biasa bagi setiap orang untuk waktu-waktu tertentu. Akan  tetapi, sebagian orang dapat dengan mudah membuang perasaan ini dan yang lain tidak bisa mengubahnya, dan inilah perbedaan antara mereka yang normal dan mereka yang mengalamidepresi berat.

Kita akan berbicara tentang berbagai jenis depresi dan bagaimana ia dapat mempengaruhi Anda. Depresi adalah suatu penyakit yang mempengaruhi tubuh, pikiran, sifat, pikiran, tidur, energi, konsentrasi, berat badan, dan banyak lagi. Depresi bukanlah suasana hati, itu bukan tanda kelemahan pribadi, dan tidak mudah untuk dihilangkan.

Depresi klinis bersifat konstan dan dapat mengganggu secara signifikan pada kemampuan individu agar dapat berfungsi secara optimal dan dapat keluar dari pengalaman emosional seperti kesedihan, kehilangan, kehilangan pegangan. Depresi klinis dapat menghancurkan semua bidang kehidupan sehari-hari seseorang, termasuk hubungan keluarga, persahabatan, dan kemampuan untuk bekerja atau pergi ke sekolah.




Gangguan bipolar (manik-depresi) adalah gangguan suasana hati, yang berarti bahwa gejala-gejala tersebut adalah kelainan suasana hati.
Gangguan bipolar (manik-depresi) adalah gangguan suasana hati, yang berarti bahwa gejala kelainan suasana hati. Gangguan bipolar meliputi beberapa episode baik mania serius dan depresi. Gangguan bipolar dapat memiliki dampak buruk pada kehidupan penderita dan dapat menyebabkan bunuh diri jika tidak diobati.

Depresi Mayor adalah penyakit mental yang biasa terjadi, terutama pada orang-orang dengan mood yang lemah.

Penyebab depresi

Beberapa hal dapat menyebabkan depresi, salah satu penyebabnya dapat dikaitkan dengan kekurangan neurotransmitter tertentu dalam otak yang membawa sinyal dari sel saraf yang satu ke yang lain.

Sistem kekebalan tubuh dari orang yang depresi biasanya sangat rendah dan karena itu sistem kekebalan tubuh mereka tidak efektif menanggulangi penyakit, termasuk kanker. Saat ini, stres sehari-hari yang dihadapi oleh orang Amerika telah cukup tinggi, untuk ditanggung oleh mereka, dan begitulah kenyataannya. Dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan obat-obat anti-kecemasan atau anti-depresan telah menjadi hal yang biasa, seperti penggunaan multi-vitamin.

Cara Meringankan depresi

Ada dua jenis asam amino yang dikenal dapat mengurangi depresi. Keduanya adalah tirosin dan L-fenilalanin. Kedua asam amino tersebut adalah prekursor alami dari neurotransmitter tertentu.

Apakah anda tidak mampu membayar?

Mungkin satu-satunya hal lebih buruk daripada depresi itu sendiri adalah mengalami depresi dan tidak mampu membayar pengobatan. Needy Meds adalah website yang menawarkan semua informasi yang Anda butuhkan untuk mendapatkan obat secara gratis, cukup klik nama obat yang Anda butuhkan dalam daftar di sisi kiri halaman web tersebut.

Artikel lain :







Kamis, 21 Juni 2012

Penyakit Jantung dan Stres

Pengenalan tentang penyakit jantung dan stres





Apakah ada hubungan antara stres dan penyakit jantung? Benarkah stres dapat meningkatkan risiko penyakit jantung? Stres merupakan bagian dari kehidupan normal. Tapi jika dibiarkan dan tidak dikelola dengan baik, stres dapat menyebabkan masalah fisik, emosi, psikologis, dan bahkan, termasuk penyakit jantung, tekanan darah tinggi.

Bagaimana Stres Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung?


Para peneliti medis belum sepenuhnya yakin bagaimana stres dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Stres itu sendiri mungkin adalah faktor risiko, atau bisa juga bahwa tingkat stres yang tinggi menyebabkan timbulnya faktor risiko lain (seperti kolesterol tinggi atau tekanan darah tinggi) menjadi lebih buruk. Misalnya, jika Anda sedang stres, tekanan darah Anda akan naik, Anda dapat makan berlebihan, Anda mungkin merasa malas melakukan olahraga, dan Anda mungkin lebih cenderung untuk merokok.



Stres
Jika stres sendiri merupakan faktor risiko penyakit jantung, bisa juga karena stres kronis menjadikan tubuh Anda menjadi tidak sehat, meningkatkan kadar hormon stres secara terus-menerus seperti adrenalin dan kortisol. Beberapa studi juga menghubungkan stres dengan perubahan dalam cara pembekuan darah, yang meningkatkan risiko serangan jantung.

Apakah stres berpengaruh pada setiap orang?


Tidak. Orang merespon stres dengan cara yang berbeda pada kejadian dan situasi yang sama. Seseorang mungkin merasa gembira dan memuaskan dalam suatu acara tertentu, tetapi orang lain mungkin merasa bahwa acara tersebut membuat ia menderita dan frustasi. Kadang-kadang, orang mungkin menangani stres dengan cara yang salah, yaitu membuat situasi semakin memburuk dengan marah-marah, merasa bersalah, takut, permusuhan, kecemasan, dan kemurungan. Sedangkan orang lain dapat menghadapi tantangan hidup dengan mudah.

Apa Penyebab Stres?


Stress dan penyakit jantung
Stres dapat disebabkan oleh perubahan fisik atau emosional, atau perubahan di lingkungan Anda yang mengharuskan Anda untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan baru tersebut. Hal yang membuat Anda merasa stres disebut "stressor."

Stresor atau penyebab stres dapat berupa sebuah gangguan kecil, perubahan gaya hidup yang besar, atau kombinasi dari keduanya. Kemampuan untuk mengidentifikasi penyebab stres dalam hidup Anda dan pemilihan cara yang tepat untuk melepaskan ketegangan yang disebabkan oleh stres adalah kunci untuk mengelola stres.

Berikut adalah beberapa penyebab stres yang umum, yang dapat mempengaruhi orang-orang pada semua usia.
  • Penyakit, baik pada diri sendiri, anggota keluarga atau teman.
  • Kematian seorang teman atau kekasih.
  • Permasalahan dalam hubungan pribadi.
  • Bekerja secara berlebihan.
  • Memulai pekerjaan baru.
  • Pengangguran.
  • Pensiun.
  • Kehamilan.
  • Keramaian.
  • Relokasi.
  • Masalah hukum.
  • Masalah keuangan.
  • Sikap perfeksionis.

Artikel terkait :